umum

Salam!

Blog ini berisi catatan perjalanan belajar Zainab yang dilakukan bersama keluarga, sahabat, para guru, saudara, dan alam semesta.  Rangkaian kata dalam setiap tulisan semoga dapat mengikat makna.

Mudah-mudahan berguna bagi Zainab, juga para pembaca 🙂

Advertisements
refleksi

Refleksi perjalanan bertumbuh bersama Zainab di tahun 2017

Setelah membuat perjalanan 2017, berikut ini adalah refleksi berikutnya, masih di #refleksiparenting2017. Pembuatan #refleksipendidikan2017 dilakukan bersamaan dengan teman-teman hs-er lainnya yang berkumpul dalam grup telegram rumah inspirasi-nya Mbak Lala dan Mas Aar. Terima kasih ya Mbak lala dan Mas Aar sudah menularkan semangatnya kepada banyak orang. :).

Syukur yang sebesar-besar kami panjatkan kepadaNya yang telah memberi kami kesempatan untuk belajar sepanjang usia. Berjuta terimakasih kepada semua guru-guru Zainab yang telah menginspirasi dan menemani Zainab belajar :

Eyang uti, yang menemani Zainab melafalkan ayat kursi, Mamam Adjeng, yang sering mengajak ngobrol dan bersedia ditanya apapun, Pak Beben, yang bersedia menerima lukisan Zainab, Bu Jenny yang menemani belajar piano, Bude Ira, yang membuat Zainab bersemangat berenang, Tante Bel yang menemani Zainab membaca buku, bapak Ali, yang menulari coding :p, Bu Pepi yang menemani belajar memasak, Teh Rina yang mengajari merajut, Nenek-Pak Eko-Teh Sofi yang mengenalkan dan mengajak wushu, Kak Rahmat yang mengajari origami,  bibi Sajiman-Umi Musa yang menemani ngobrol, Bu Wiwin yang bersedia diganggu ruangannya saat Zainab main ke Bahtera. Serta semua guru-guru yang tak dapat disebutkan satu persatu… Semoga di 2018 nanti, berkenan menemani Zainab belajar lagi 🙂

Refleksi kegiatan Zainab selama 2017 (2)

 

 

piano

Konser piano II di kediaman Bu Jenny

Hari Minggu 17 Desember 2017 ini, Zainab konser piano. Rencananya memainkan 3 lagu : Twinkle-twinkle little star, minuet tangan kanan, dan lagu ‘hewan aneh’.

Sejak sehari sebelum konser, perasaan nervous  sudah muncul, hehe. Nah, di hari H, Zainab nempel terus di dekat ibunya, dan berbisik-bisik, …nggak mau konser. Hahaha. Sambil ngobrol-ngobrol kesana kemari, Zainab  menanyakan pakai baju yang mana buat konser, hm, berarti sebenarnya masih mau konser :p.

Kata Bu Jenny, datanglah lebih awal, agar bisa latihan dulu, jadi bisa lebih santai- begitu kumengulangi nasihat Bu Jenny. Tiba di rumah Bu Jenny, pelukan Zainab semakin erat. Sudah ada beberapa peserta konser yang datang bersama keluarganya. Ada yang latihan di piano besar itu. Setelah beberapa saat mengalami ketegangan dan demam panggung, kami dihibur oleh peserta konser paling mungil. Wow, jari jempol untuk keberanian dan semangatnya memainkan tuts-tuts piano : Mary had a little lamb dan Si Unyil (lagu yang dimainkan Zainab waktu konser I). Main berulang-ulang dan terus mencoba, great!!! Karena hal itulah Zainab lebih santai dan mulai melonggarkan pelukannya. Lalu, terungkaplah apa yang membuat Zainab risau dan mengurungkan niatnya untuk konser. “Bu, sebenernya nggak mau mainin yang lagu ‘hewan aneh’, maunya yang lagu kesatu dan kedua aja”. Oooo, sip kalau begitu ^.^, berarti mau. Kutawari untuk latihan dulu, kata Zainab, nanti langsung main saja …

Yey!! akhirnya tembok gugup roboh juga :). Dan di rumah pun, Zainab main city skyline, hadiah dari ibunya.

Oya, anak kecil yang mencairkan suasana di rumah Bu Jenny ternyata adalah anak dari temanku sewaktu kuliah dulu. Duh, maafkan tante Nak, lupa sama namanya, huhuhu. Ibunya adalah Almira :). Terima kasih ya sayang, good job untuk Mary had a little lamb-nya ^.^

 

Uncategorized

#loom knitting : Akhirnya berhasil menyelesaikan syal pink-ungu ^.^

Awal desember ini, Zainab menerima tawaran ibunya untuk main dan berkunjung ke Crayon, tempat menjual bahan craft dan membuat craftnya. Setelah berkeliling dan melihat-lihat, Zainab tertarik untuk membuat syal dengan teknik loom knitting. Pada saat awal pembuatannya, Zainab sangat semangat dan sudah lebih dari 1 jam belum mau beranjak dari kursinya :). Karena waktu kursusnya sudah selesai, sekitar 1 jam lebih sedikit, kumengajaknya pulang dan melanjutkan pekerjaan syal di rumah saja.

Beberapa hari setelah itu, Zainab masih konsisten mengerjakan dan mencicil proyek syalnya. Tiba di hari ke 5 dan 6, rasa bosan dan malas menggoda Zainab untuk tak menyentuh syalnya :p. Kuingatkan dia, bahwa 2 hari lagi kita harus balik lagi ke Crayon ya, paling nggak sudah hampir beres.. Dan Zainab pun berjuang melawan sesuatu yang kami sebut : tembok-malas dan tembok-bosan. Hehehe. Waktu tinggal sehari, akhirnya untuk dapat menggenjot hasil syal, kami memakai strategi : target 20 putaran. Tak berhasil, karena ternyata melelahkan, dan lupa itungannya hahahaha. Nah, strategi kedualah yang berhasil : membuat syalnya sembari ngobrol :D.

Alhamdulillah, akhirnya syal pink ungu Zainab selesai juga, 80% buatan Zainab, 20% hasil dari rasa penasaran ibunya, Hamid, Upeng, dan Mas Reza.

Zainab senaaang sekali bisa menyelesaikan syal yang dia inginkan. Zainab pun mencuci syalnya, katanya biar bersih dan bisa dipakai.

Ternyata, kegiatan membuat syal ini dapat dipetik pelajarannya, butuh semangat dan konsistensi yang tinggi, konsentrasi, dan pengaturan waktu agar dapat berhasil menyelesaikannya.

 

Uncategorized

12 Desember 2017, Zainab genap berusia 6 tahun :)

Hari ini usiamu genap enam tahun, sayang

Semoga engkau selalu dalam naungan kasih dan petunjukNya

Terima kasih, telah memancarkan kebahagiaan bagi kami semua

Terima kasih, telah menemani dalam tangis dan tawa

Terima kasih, telah melangkah bersama,

Dari dirimu, kubanyak belajar

Tentang ketulusan, lapangnya pintu maaf, dan semangat juang

Doa kami selalu menyertaimu, sayang

doa kami selalu menyertai ZAIN ABIHA, perhiasan ayahnya